Fiksiminiku : Kenapa Menangis, Nisa? "Kenapa menangis, Nisa?" tanya Bunda. Bunda tertegun melihat putri kecilnya menangis sedih di ruang TV. Nisa tidak menjawab. Tan...
Fiksiminiku : Ketika Anak SD Jatuh Cinta SD Nusa Bangsa terlihat sepi. Siswa dan siswi telah pulang ke rumah masing-masing lima belas menit yang lalu, ketika bel pulang telah berbun...
Fiksiminiku : Galau Jatuh Cinta Di kamarnya, Ridwan terlihat resah dan gelisah. Hatinya galau. Kemana pun matanya menatap, selalu wajah itu yang terlihat. Anna. Ya, gadis m...
Fiksiminiku : Bunglon "Assalamu'alaikum. Nisa pulang." Gadis kecil itu melangkah masuk ke dalam rumah. Menyalami Bundanya yang tengah asyik mengob...
Fiksiminiku : Uang Lima Ratus yang Terakhir Pukul sebelas siang, Mamat dan Panjul bertemu di lampu merah. Keduanya melangkah mantap menuju lampu merah yang ramai. Mobil dan motor salin...
Fiksiminiku : Nasi yang Tertukar "Mak, Mamat pengen makan ayam." Mamat merengek. Emak hanya menghela napas berat. "Mak? Mamat bosen lauk tempe terus," ...
Fiksiminiku : Kotak Harta Karun Siang yang terik. Mamat dan Emaknya terus berjalan melewati toko-toko yang berjajar rapi di tepi jalan. Mamat dan Emaknya melangkah ke seb...