Fiksimini: Sepersekian Menit Rerintik tak kunjung reda. Semilir menggelitik di balik baju panjang yang melindungi badan. Pancaran dari mata terus mencari. Entah apa yang...
Fiksimini: Puas Aku sudah memantaunya berulang. Beraninya lelaki itu datang kembali, ketika sakit di hatimu belum sepenuhnya sembuh. Bunga di tangan hanyala...
Fiksimini: Tak Terima Sesaat suasana hampa. Kau diam. Tak bersuara, tak pula bertingkah. Terlalu lama waktu kau biarkan berlalu begitu saja. Gesekan rel kereta me...
Fiksimini: Terapi Ikhlas "Istriku, apabila aku berencana untuk menikah lagi apakah kau akan memberi izin?" tanya Abi pada istrinya. "Alasannya?...
Fiksimini: Karena (Bukan) Aku Diam. Tak mampu kugunakan semua indra tuk melawan. Bagaimanapun perkataan mereka tak bisa dianggap salah. Semua akan musnah. Di antara luasn...