FIKSIMINIKU: SUDAHLAH! "Kasian ya perempuan itu, mukanya udah merah ... yang lain malah ngetawain." "Salah sendiri, kenapa sekolah cuman numpang ...
FIKSIMINIKU : MERINDUKAN DULU Dulu, ketika batang-batang hijau tumbuh subur, kerlip kami menyamai bintang di langit. Dulu, ketika tanah basah berair jernih, jumlah kami r...
Fiksiminiku: Sepasang Mata Sendu Sehelai daun terakhir jatuh, meninggalkan ranting kering, rapuh. Abu bertebaran, sisa api semalam. Asap menggantung, menjadikan langit kelab...
Fiksiminiku : Raja Sancang Sepasang mata berkilau kekuningan, pupilnya menyipit tertimpa cahaya bulan, mengintai di antara ranting kaboa. Gerakannya lincah, sebisu ...