Fiksiminiku : SEBUAH PILIHAN Berulang kali Rinda hadir dalam kehidupan asmaraku. Dia datang dan pergi dengan sesuka hati. Tak sedikit pun perasaan bersalah tergambar di ...
Fiksimini : PENGALAMAN BERHARGA Pagi yang cerah. Aku membawa para santri ke daerah pegunungan. Selain belajar mencintai lingkungan, juga melatih fisik mereka. Terpancar keg...
Fiksimini : SESAL Keakraban yang terjalin di dunia maya, telah menumbuhkan perasaan lain di hati masing-masing. Saling membutuhkan, saling merindukan. Tak uba...
Fiksimini : GUNUNG ES Duapuluh lima tahu yang lalu. Di SMP, kami satu kelas. Dia pandai, juga tampan. Penampilan dan gayanya menarik. Idola dan idaman setiap wani...
Fiksimini : ASMARA BERUJUNG MAUT Dengan langkah berirama, sedikit genit, Si Cantik berjalan mendekatiku. "Apa kabar, Sayang?" Dia menatapku, mesra. "K...
Fiksimini : Anak Haram "Dasar anak haram!" begitu sering cacian itu kudengar. Hingga tak asing di telingaku. Mukaku memerah. Tangan terkepal. Kutahan am...