Fiksimini : Ironi Ini hasilnya? Aku berjalan lunglai keluar dari ruang ujian. Mengusap wajah kusutku dan mempercepat langkah kakiku untuk segera menghind...
Fiksimini: Diam Aku benar-benar membencinya. Duhai, benarlah kata orang, bila mana engkau mencintai, maka engkau pun harus siap disakiti. Sudah lam...
Perindah Fiksi Kita Dengan Rima Salah satu cara memperindah tulisan adalah, dengan membuat rima pada setiap akhir kalimat. Efek bunyi sama ini mengundang daya tarik ters...
Fiksimini: Antabur Penghalus Wajah Bunyi ringtone Whistle mirip siulan burung itu, mengganggu kosentrasi belajarku malam ini. Dengan malas, kuraih hp di atas meja rias. Rupa...
Fiksimini: Mutiara Sumber : plus.google.com Sejak memutuskan untuk menikah, Ara ikut suaminya. Ini berarti meninggalkan tempat di mana dia dan Muti men...
Fiksimini : Kegalauanku Malam Ini Malam ini akhirnya kabar itu datang padaku. Dadaku sangat sesak rasanya. Aku sangat butuh seorang sahabat yang bisa mengerti keadaanku saat ...
Fiksimini : Anak Haram "Dasar anak haram!" begitu sering cacian itu kudengar. Hingga tak asing di telingaku. Mukaku memerah. Tangan terkepal. Kutahan am...